Konservasionis
nyengir aja duluuuu….baru mikir

Dinilai Tak Berpihak Kepada Masyarakat

PUTRI HIJAU (BENGKULU) RU – Menelan kekecewaan terhadap sikap cuek dan terkesan acuh tak acuh pemerintah saat rakyat menghadapi permasalahan, tampaknya cukup membuat kekecewaan hati rakyat. Terlebih warga yang menjadi korban dari keganasan dampak pencemaran lingkungan dari perusahaan raksasa di wilayah Bengkulu Utara.

Tak terkecuali PT IRSA dan PT MPM yang diduga telah menelan dan merugikan warga. (limbah pertambangan batubara ini menumpuk di ratusan hektar sawah masyarakat), bahkna pernyataan Pemkab yang muncul ke publik dinilai sebuah alibi klasik.

Berdasarkan informasi dihimpun RU, hingga saat ini korban kedua perusahaan yang berbeda tempat itu masuh menunggu harapan kepedulian pemerintah untuk menunjukkan taringnya melindungi masyarakat. Meski mengaku pasrah, namun harapan masih terus tertanam. Dilain pihak, pernyataan Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang menyatakan bobolnya tanggul PT IRSA akibat bencana dan kadar asam limbah CPO PT MPM masih diambang batas, hal itu bak tumpahan air garam yang ditumpahkan ke hati rakyat jelata yang luka akibat menjadi korban pencemaran.

Ketua forum komunikasi BPD Putri Hijau Irwan Izwari kepada RU kemarin secara gamblang mengatakan, pihaknya saat ini cenderung tak percaya dengan sikap Pemkab dalam hal ini dinas terkait yakni BLH sebab menurutnya, pernyataan BLH terhadap keluhan PT MPM yang mencemari Sungai Air Sabai terkesan plin-plan.

Dikatakan Irwan, bicara soal keasaman limbah tak perlu BLH menguraikan secara detil, selain warga tak membutuhkan itu meski sedikit ia juga memahaminya. ‘’Semua orang tahu kok, limbah itu banyak unsuk kimia berbahaya. Maaf, walaupun saya di desa dan orang awam juga ada pengetahuan tentang kadar keasaman dan sebagainya itu,” ujarnya.

Selain plin-plan dia menilai sikap BLH juga sangat menyakitkan masyarakat sebab warganya sudah sering kali mendatangi menanyakan kebijakan pemerintah terkait persoalan itu.

Secara terpisah, selain masalah limbah di Air Sabai, ketua kelompok korban PT IRSA, Sarin juga mengeluhkan terkait dugaan pencemaran dan kerusakan lahan warga di Desa Air Lalalngi yang diduga diakibatkan oleh jebolnya tanggul PT IRSA, ‘’Kalau menunggu ada yang mati dulu baru ada tindakan itu soalnya sudah lain. Biasanya kalau sudah ada korban nyawa baru pemerintah buka mata,” ketusnya.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya sudah tidak tahu lagi harus mengadu kepada siapa karena sudah tidak ada lagi yang mau membela dan mengayomi masyarakat. Masyarakat yang notobenenya rakyat kecil ini, lanjut Sarin selalu tertindas oleh penguasa dan perusahaan yang ada di wilayah Bengkulu Utara. ‘’Kami bagaikan ayam tak ada induk, merantau di negeri sendiri. Lebih banyak pahit dan sakit yang kami dapatkan dari pemerintah saat ini,” lirihnya.

Menurutnya, pernyataan mengenai tanggul PT IRSA akibat bencana alam merupakan bukti konkrit bahwa rakyat kecil yang menjadi korban harus menerima jika dijadikan tumbal. Sebab sampai saat ini dengan alasan itu pemerintah tidak menunjukkan kepeduliannya. ‘’Sebelum ada PT IRSA hujannya lebih dari itu tapi enggak ada tanggul jebol dan tidak ada batubara masuk ke sawah kami tapi sekarang sudah puluhan ton batubara masuk sawah. Apakah benar hal itu karena bencana alam tanpa ada unsur human eror?” herannya.

Kondisi saat ini lanjut Sarin, semakin parah akibat hujan yang terus mengguyur wilayahnya. Sehingga limbah batubara itu terus masuk ke areal persawahan dan jumlahnya terus bertambah. ‘’lihat saja sekarang itu, sudah batubara semua. Kami enggak tahu lagi mau gimana,” ujarnya. (pen)

Sumber Radar Utara Jumat 16 Oktober 2009

Belum Ada Tanggapan to “Dinilai Tak Berpihak Kepada Masyarakat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: