Konservasionis
nyengir aja duluuuu….baru mikir

Di Jalur Jalan Rusak, Polusi Udara Tinggi

Senin, 03 Agustus 2009
BENGKULU – Maraknya truk-truk besar melintasi jalan dalam Kota Bengkulu pada musim kemarau ini ternyata berdampak negatif pada warga. Lalu lintas truk-truk tersebut menimbulkan debu yang mengakibatkan penderita ISPA (Inspeksi Saluran Pernafasan Akut) cukup tinggi.
Selama empat bulan terakhir saja, sudah 851 warga Bengkulu terserang penyakit ISPA. Rinciannya, bulan Maret 192 orang. Bulan April meningkat menjadi 200 orang. Bulan Mei bertambah sebanyak 232 orang.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Pulau Baai melalui tenaga observasi M. Nasir, S.Kom mengatakan, tingkat polusi semakin tinggi di daerah yang jalannya rusak. “Bisa jadi tingkat polusi udara di jalur Truk batubara tingkat polusi udaranya tinggi. Karena sekali lewat debu akan berterbangan kemana-mana. Kalau angin mengarah ke stasiun kita ” terang Nasir.

Pada bulan Juli rata-rata kadar polusi udara meningkat menjadi 67,92 mikrogram/M3/24 jam dari bulan Juni 60,10 Mikrogram/ M3/24 jam. Dari segi kesehatan ini tidak menggangu. “Secara global udara memang masih layak konsumsi, tetapi di suatu wilayah yang jalannya rusak dan berdebu tingkat polusi akan semakin tinggi,” terang Nasir.

Untuk mengatasi masalah polusi udara di sekitar jalan yang rusak, Nasir menganjurkan untuk ditanam tanaman yang hidup. Namun cara ini harus diikuti oleh curah hujan yang tinggi guna membersihkan udara dari debu. Namun solusi yang terbaik adalah dengan memperbaiki jalan yang rusak sehingga debu yang beterbangan akan bisa diminimalisir. “Dampak debu ini sama dengan dampak karbon yang akan menimbulkan udara panas,” demikian Nasir

Ia memprediksi, kenaikan kadar udara Bengkulu selain karena jarang hujan juga karena aktivitas truk batubara yang tinggi. Akibatnya debu yang berterbangan di jalan akibat truk maupun kendaraan lainnya akan terus mengambang di udara. Akibatnya masyarakat yang memiliki imunitas yang rendah terancam terserang ISPA.

851 Warga Terserang ISPA

Data di RSMY, selama empat bulan terakhir, sudah 851 warga Bengkulu terserang penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafazan Akut). Pada bulan Maret jumlah penderita ISPA rawat jalan di RSMY mencapai 192 orang. Bulan April meningkat menjadi 200 orang. Bulan Mei bertambah sebanyak 232 orang dan pada bulan Juni sebanyak 227 orang. Rawat inap ISPA di RSMY ini dari April – Juni sebanyak 14 orang.

Menurut Kasubdin Rekam Medik, Rislawati didampingi Staf Fungsional Naning Siin, S.Sos, banyaknya penderita ISPA ini dikarenakan kurangnya sistem kekebalan tubuh pasien. “Jumlah pasien yang dirawat dirumah sakit sangat banyak. Ini dikarenkan tubuh yang tidak kuat dalam melawan bakteri dan debu yang berterbangan di jalan,” terang Naning.

Penderita ISPA tidak memandang umur. Mulai umur di bawah 1 tahun hingga umur 65 tahun. Namun selama ini pasien yang terserang ISPA cepat dirawat di rumah sakit sehingga dalam setengah tahun ini tidak tercatat adanya pasien yang meninggal. “Biasanya pasien meremehkan ISPA sehingga dalam perkembangannya sudah mengalami kompilasi dengan penyakit bronkitis.

Sehingga perlu dirawat inap,” terang Naning.
Sementara itu Kepala Bidang PLPP (Penyehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit) Dinkes Kota, Kariman Sinambela juga mengungkapkan cuaca yang tidak menentu dewasa ini berpotensi menimbulkan berbagai penyakit ringan.

“Penyakit yang pada umumnya menyerang warga masih berupa sakit ringan, seperti Ispa, filek, dan batuk. Hal ini disebabkan oleh kondisi panas berdebu yang dihirup oleh warga. Oleh karena itu diharapkan agar warga waspada dengan kondisi yang ditimbulkan oleh perubahan cuaca, penyakit seperti ini dapat menyerang siapapun,” terang Sinambela.

Dikatakan, untuk mengantisipasi penyakit ini, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan, serta meningkatkan sistem imunitas dengan memakai masker atau sleyer ketika berkendara. Karena dengan kondisi seperti pancaroba, pengendara sepeda motor merupakan sasaran terbesar dari penyakit ini.

Dari 17 Puskesmas dan 52 Pustu (Puskesmas Pembantu) yang berada di kota Bengkulu, jumlah pasien yang mengeluhkan penyakit ini masih bersifat variatif sesuai dengan kondisi dan kepadatan penduduk di wilayah Puskemes tersebut. “Seperti di Puskesmas Sukamerindu yang dinilai merupakan daerah padat penduduk,” tukas Sinambela. (cw11/cw15)
sumber:www.harianrakyatbengkulu.com

Belum Ada Tanggapan to “Di Jalur Jalan Rusak, Polusi Udara Tinggi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: