Konservasionis
nyengir aja duluuuu….baru mikir

Walhi, Ulayat dan Lembak Ancam Demo

bencana banjir padang guci hilirJika Pencemaran Batubara tidak Diproses

BENGKULU – Tiga lembaga yang bergelut di bidang lingkungan mengancam akan melakukan aksi demo besar-besaran di DPRD Provinsi dan Pemprov.  Jika pemerintah tidak bersikap atas pencemaran limbah batubara di Bengkulu. Limbah ini, sudah mencemari laut dan sungai. Parahnya, air PDAM yang biasa digunakan warga untuk mandi, cuci piring, cuci pakaian, dan air minum pun ikut tercemar logam berat di atas ambang batas.

Penegasan ini kemarin disampaikan direktur wahana lingkungan hidup Indonesia (WALHI)  Bengkulu Zenzi Aikido. Penambangan batubara boleh saja dilanjutkan dengan catatan perusahaan pemilik KP (Kuasa Penambangan)tidak membuang limbahnya ke laut atau aliran sungai. Jika KP batubara yang ada di Bengkulu tidak mau memenuhi ketentuan itu, mereka mendesak KP diserahkan ke BUMD di Bengkulu saja.

‘’selain merusak infrastruktur jalan, aktivitas industry batubara juga menyebabkan pencemaran lingkungan yang sangat parah. Kalau kita biarkan saja, masyarakat Bengkulu yang akan menjadi korban. Kami minta pemerintah sege ra bersikap. ja ngan hanya diam menunngu jatuh korban jiwa,” tegas Zenzi.

Hasil penelitian Walhi bersama Yayasan Lembak dan Ulayat terhadap proses pertambangan batubara di Bengkulu Utara, ditemukan pencemaran lingkungan di sungai aliran limbah buangan pencucian batubara.

Yakni di Desa Penanding, Desa Rindu Hati dan Muara Sungai Bangkahulu. Mereka menggunakan analisis perubahan struktur fisik. Dari hasil penelitian terhadap perubahan struktur fisik hewan di air, ditemukan zoobentos  dasar sungai sudah melebihi baku mutu lingkungan. Selain itu menyebabkan terjadinya perubahan terhadap kondisi fisik atau perubahan terhadap ikan dan terumbu karang.

Penelitian ini dilakukan dengan eksplorasi di sungai, dengan mengambil sampel berupa hewan yang hidup di sungai seperti ikan dan zoobentos. Zoobentos merupakan makhluk hidup terkecil di air sebagai salah satu dari rantai makanan yang ada di sunga, yaitu sebagai bahan makanan udang dan kerang. Dari hasil penelitian, tidaklagi ditemukan adanya zoobentos, yang menjadi indikasinya tercemarnya partikel dari batubara.

 Setiap makhluk hidup punya ambang batas, termasuk juga zoobentos yang akan mati jika habitatnya tercemar batubara. Ini akan berpengaruh pada kelangsungan hidup hewan lainnya yang ada di sungai. Faktanya sekarang sangat sulit ditemukannya ikan sungai seperti ikan putih. Padahal dulu ada banyak sekali.

‘’penelitian ini kami lakukan selama dua minggu. Hasilnya sudah kami sampaikan ke public dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) provinsi. Sayangnya belum ada tindaklanjut. Kami bertindak cepat, supaya ada kajian lebih detail dan mencari solusi yang tepat terkait penambangan batubara tersebut,”Zenzi.

Lebih jauh diterangkan Zenzi, Macrozoobentos dan microzoobentos ditemukan dalam kondisi tertutup endapan lumpur dan partikel batubara. pihaknya juga menemukan ekosistem ikan terganggu, banyak ikan mati akibat cemaran limbah tersebut.

Dari investigasi di Muarabangkahulu, ditemukan ikan-ikan yang tubuhnya kudisan atau terluka akibat bersentuhan dengan benda. Ini akibat imunitas tubuhnya berkurang hingga daya tahan tubuh ikan melemah. Sementara di sepanjang pantai pasar Bengkulu menjadi muara Sungai Bangkahulu terhubung ke samudera, ditemukan banyak karang yang terdampar. Hal ini disebabkan karena batubara tersebut melepaskan radikal bebas yang mempengaruhi iklim mikro habitat karang, sehingga mengakibatkan kerusakan terumbu karang.

Ini akbiat penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dipaksakan, rencana pengelolaan lingkungan tidak berjalan, tidak bekerjanya BLH dan instansi pengawas. Tidak ada pengawasan BLH yang tegas pada pertambangan batubara.(cw6)    

Sumber : Harian Rakyat Bengkulu, Senin 29 Juni 2009

3 Tanggapan to “Walhi, Ulayat dan Lembak Ancam Demo”

  1. tangkap penjahat hutan

  2. pastinya kita harus tetap bersama…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: