Konservasionis
nyengir aja duluuuu….baru mikir

Aksi Pencabutan Kuasa Pertambangan pasir Besi PT. Famia Terdio Nagara dan Penolakan UU MINARBA

 Rakyat Bersama Walhi

 

Latar Belakang

apa yang bisa kita lakukan jika rakyat telah mengeluh atas ketertindasan yang telah bertahun-tahun mereka rasakan?

Pesisir Kabupaten seluma terdapat di Pantai Barat Sumatera, kaya akan deposit pasir Besi, Emas, dan sulfur. tahun 2005 proses ekploitasi dimulai di kawasan pesisir berpalung ini, dengan dikeluarkanya izin pertambangan kepada PT. Famiaterdio nagara.

Kuasa Penambangan Keputusan Bupati Seluma Nomor 35 Tahun 2005 tanggal 03 Februari 2005, Kuasa Penambangan keseluruhan seluas 3.645 Ha selama 25 Tahun.

Berdasarkan Kerangka acuan Analisis  Dampak Lingkungan (KA ANDAL) yang diajukan PT. Famia Terdio nagara, Proses Ekploitasi Dilakukan Dengan dua Tahap, Tahap Pertama selama 7 tahun  sebanyak 14,592 Juta Ton di wilayah seluas 128 ha,

,Luas tapak Proyek Pertambangan Besi wilayah Prospek KW.05 FRP 020 seluas 128 Ha,. dengan cadangan  14,592 Juta Ton kadar 27,5 % sampai 40,5 % ketebalan Lapisan Pasir Besi rata rata 3 Meter, dengan berat Jenis rata rata 3,8 Ton per Kubik Pasir. kapasitas produksi perbulan dizinkan 50.000 Ton atau  450,000 ton pada tahun kesatu.

 

Sumber Modal

PT. Fine Wealthy  limited

 

Aktivitas penambangan oleh PT.Famiaterdio Nagara ini melibatkan perusahaan asing PT. Fine Wealthy  limited (Hongkong, RRC) yang beralamat di Unit 02,4/F Honest Motor Building, 9-11 Leighton, Couseway Bay Hongkong, RRC.

Sementara perusahaan dalam negeri yang akan bekerja di lapangan adalah PT.Famiaterdio Negara yang beralamat di Jl.Veteran No .9 Lantai II, Padang Sumatera Barat.

Rencana produksi dan pemasaran pertahun penambangan ini adalah satu juta ton pertahun  dengan total ekspor 60% dari proses ekploitasi dengan perkiraan nilai ekspor sebesar: US$.10.800.000,00.

Dalam pelaksanaan aktivitasnya perusahaan ini dipimpin oleh tiga orang asing dan dua orang  Indonesia dengan total tenaga kerja 47 orang.

Rencana Investasi dan Permodalan guna melaksanakan aktivitas penambang adalah: untuk   Industri US$. 815.000,00 dan jasa konsultan sebesar US$.   35.000,00

Dilokasi perusahaan ini di pimpin oleh Ir Rustaman R. Wiradiningrat. Sampai sekarang belum di ketahui empat orang dewan pimpinan serta keberadaannya.

Sumber Pembiayaan berasal dari modal perusahaan asing sebesar US$. 200.000,00 dan modal pinjaman sebesar US$ 600.000,00 serta modal perusahaan nasional sebesar US$ 50.000

 

Dasar Pencabutan IZIN Pertambangan PT. Famiaerdio Nagara

Pelanggaran Perundang Undangan

  1. Kepres No 32 tahun 1990  tentang kawasan lindung yang menyebutkan bahwa sempadan pantai termasuk dalam kawasan lindung. Sempadan pantai yaitu daratan sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat merupakan kawasan lindung.
  2. UU no. 41 tahun 1999 tentang kehutanan

Hutan lindung yaitu kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai sistem perlindungan penyangga kehidupan, untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah.

  1. UU No 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup

II. Amdal

PT FN mendapat dokumen Amdal tahun 2005 dari Bapelda  Provinsi Bengkulu di blok I seluas 450 ha.

Berdasarkan dokumen Amdal disebutkan bahwa perusahaan berkewajiban melakukan reklamasi dengan menimbun bekas galian di lahan masyarakat namun saat ini kondisi galian dibiarkan terbuka dan terbengkalai.

Sementara di blok II seluas 143 ha yang belum memiliki dokumen Amdal perusahaan sudah melakukan eksploitasi, aktivitas ini jelas mengangkangi produk hukum Permen lingkungan hidup no 11 tahun 2006 tentang Amdal.

Di blok III seluas lebih 3000 ha, perusahaan juga belum mendapat izin Amdal.

 

 

Dampak Lingkungan

l        Pergeseran garis sempadan pantai

pengurangan daratan si sepanjang pantai wilayah pertambangan ini terjadi dengan kecepatan abrasi 2,5 meter per tahun dan sekarang telah sampai ke wilayah hutan pantai

l        Perubahan Kemiringan pantai

Pengerukan terhadap pasir pantai mengakibatan penurunan permukaan pantai sampai dengan 3 meter mengakibatkan air laut langsung menerjang dan menumbangkan pepohonan penyangga perkampungan dari abrasi, intrusi dan badai

l        Penghilangan daerah hutan Penyanggah kehidupan

proses pengupasan tanah permukaan telah membabat hutan cagar alam dan hutan lindung Desa.

l        Pemunahan Flora fauna khas

kerusakan ekosistem dan aktivitas pertambangan telah mengganggu keseinmbangan ekosistem, dengan menghilangnya beberapa hewan predator seperti elang hitam, burung hantu, dan beruntut pada terganggunggunya populasi pemangsa hama pertanian masayrakat

Getaran Mesin alat pertambangan, mengusir satwa yang bernilai penting bagi kehidupan sosial masayrakat, seperti remis (Bivalvia) Ikan laut tangkapan nelayan, hewan predator darat.

 

Dampak Sosial

Pemberian izin pertambangan di wilayah lindung ini, telah memposisikan kehadiran investor lebih penting dari keberadaan rakyat. sumbangan Pihak perusahaan yang tidak Lebih dari 10 Juta pertahun ke PAD Kabupaten Seluma dianggap lebih penting dari keselamtan kehidupan 2500 jiwa masyarakat Desa Penago dan Rawa indah.

keberadaan Perusaan yang merekrut 9 orang warga desa sebagai security telah memecah kerukunan keluarga nmasyarakat Desa

 

Dampak Ekonomi

sumber ekonomi Rakyat

l        Menghilangnya jenis Bivalvia (remis) yang menjadi makanan khas Bengkulu dari pantai membuat masyarakat beberapa Desa sekitar kehilangan matapencarian.

l        Hasil tangkapan Nelayan yang terus menyusut akbibat perpindahan habitat Ikan laut pantai yang terganggu oleh aktivitas eksploitasi, telah memiskinkan sebagian besar Nelayan tradisional di pesisir Talo

l        Pembendungan sungai sekitar penambangan untuk kebutuhan air tawar dalam proses pemisahan Bii pasir Besi dari pasir dan batuan, mengakibatkan air sungai menggenangi areal persawahan dan perkebunan elapa sawit.

l        Ativitas ekploitasi di Perkampungan penduduk menyisahkan lobang lobang besar menyerupai kawah, yang tidak lagi dapat difungskan menjadi lahan produktif bagi ekonomi masayrakat.

l        menghilangnya beberapa jenis hewan predator mengakibatkan meningkatnya popilasi hama padi seperti “kepinding batu” yang mengakibatkan ratusan sawah petani gagal panen setiap tahunya.

Sumber Ekonomi Negara

  1. Royalti yang dibayar ke Pemerintah daerah dalam Bentuk Sumbangan pihak ke 3 yang tidak lebih dari 10 uta pertahun tidak sebanding dengan penderitaan, kerugian dan ancaman keselamatan yang titanggung masayrakat
  2. Kontribusi Terhadap Pendapatan nasional melalui Pungutan bea dan cukai, sesuai dengan Kep. Mentri keuangan no …./2008, bahwa pasir besi yang menjadi komoditi kspor perusaan ini, merupakan salah satu bahan ekspor yang dibebeaskan dari pungutan bea cukai ekspor.

 

 

Kronologis Perjuangan Rakyat

PT. Faniaterdio dan Pelanggaran Hukum

Tahun 2006 PT. Famiaterdio Nagara Digugat BKSDA, karena beroprasi didalam kawasan cagar alam pasar Talo Reg, Pal

Gugatan ini mendapatkan intervensi dari Gubernur dan tidak bersamaan dengan uapaya  dan  dukungan dari masyarakat, sehingga dimenangkan oleh Perusahaan.

Selanjutnya BKSDA mengajukan kasasi ke Mahkama agung, dan kembali dimenangkan oleh Perusahaan. kekalahan Negara dalam hal ini BKSDA didasari oleh claim perusaan yang membuat kawasan CA seolah menjadi kawasan yang dikuasai oleh masayrakat.

 

Upaya masyarakat

berbarengan dengan upaya gugatan BKSDA, sikap masyakat setempat terbagi 3 :

l        pro Perusahaan

l        kontra pertambangan

l        apatis

ketika gugatan dilakukan akses publish hana dimiliki keompok proprusahaan, sehingga memperlemah posisi Negara sebagai penggugat dalam hal ini BKSDA.

 

Masyarakat bersama walhi

Setelah Gugatan BKSDA dimenangkan oleh PT. Famiaterdio Nagara, masyarakat yang tidak menginginkan pertambangan, tahun 2008 mengirimkan surat ke seluruh instansi terkait untuk mengkaji ulang keberadaan Pertambangan di Desa Penago dan Rawa Indah. bersama walhi, sepanjang tahun 2008, masyarakat telah melakukan upaya upaya :

  1. Tanggal 20 agustus 2008, Aksi massa Meminta rekomendasi dari DPRD Provinsi untuk meminta Bupati Kabupaten seluma Mencabut Izin Pertambangan PT. Famia Terdio Nagara, dan berhasil mendapatkan Rekomendasi dari DPRD Provinsi.
  2. Tanggal 1 Desember 2008, Menyampaikan somasi Ke Bupati seluma untuk segera mencabut Izin Pertambangan PT. FamiaTerdio Nagara
  3. Tanggal 10 Desember 2008, Menutup dan Menyegel wilayah Pertambangan, untuk menghentikan proses Pertambangan.
  4. Hearing Ke DPRD Kabupaten, untuk Meminta DPRD meminta dan mendesak Bupati Seluma agar segera Mencabut Surat izin Pertambangan terhadap PT. Famiaterdio nagara.

 

 

Rangkaian Upaya Yang akan Dilakukan

Untuk memperkuat perjuangan rakyat dalam menyelamatkan lingkungan dan menegaskan hak rakyat atas sumber penghidupan masih harus dilakukan beberapa upaya dalam bentuk membangun aliansi pendukung masyarakat dan proses penegasan posisi masayrakat akan haknya dalam menjamin pengakuan akan keberadaan rakyat, akan dilakukan aksi simpatik dan penjemptan surat keputusan pencabutan izin Pertambangan di Pesisir seluma:

Bentuk Aksi

  1. Aksi Solidaritas

aksi solidaritas ini dilakukan dalam bentuk aksi simpatik di Ibu kota provinsi, dimaksutkan untuk menggalang simpati dan  dukungan publik akan perjuangan masayrakat pesisir Seluma dalam mempertahankan hak hak kehidupanya, dengan melibatkan seluruh Lembaga anggota walhi, NGO mitra, mahasiswa, pelajar dan rakyat korban,

  1. Aksi Massa Pencabutan izin Pertambangan di pantai barat sumatera

Aksi massa Mencabut Izin pertambangan ini akan dilakukan oleh seluruh masyarakat Korban dan masayrakat terancam wilayah pertambangan di Pesisir kabupaten Seluma, dalam rangka menuntut dan menegaskan hak hak rakyat akan wilayah kehidupan dan pengelolaan lingkungan. akan diikuti oleh 2500 masayrakat korban, dan didukung oleh NGO lembaga anggota, mitra strategis Walhi, Mahasiswa Pecinta alam, BEM dan Pelajar.

Tujuan Umum

  1. Mencabut Izin Pertambangan Pasir Besi FamiaTerdio Nagara
  2. Menolak UU Minarba (mineral dan batu Bara)

Kesimpulan

Berbagai upaya telah dilakukan oleh masyarakat setempat untuk meminta pada pemerintah agar segera mencabut izin pertambangan. Namun, segala usaha yang dilakukan oleh masyarakat tersebut gagal, terakhir saat ini masyarakat telah melayangkan surat pengaduan ke kapolda Bengkulu agar Polda segera menahan manajemen PT FN.

Kami menyadari tanpa dukungan dan support segenap lapisan masyarakat usaha yang dilakukan oleh masyarakat setempat tak akan berhasil.dukungan anda kami tunggu.

Belum Ada Tanggapan to “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: