Konservasionis
nyengir aja duluuuu….baru mikir

cabut Kuasa Pertambangan Pasir Besi Di Pesisir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu

cabut Kuasa Pertambangan Pasir Besi Di Pesisir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu

Geografis

Secara geografis Kabupaten Seluma terletak di pantai barat Sumatera Bagian Selatan yang berada pada koordinat 03049’55’66” LS – 04021’40’22” LS dan 101017’27’57” BT – 102059’40’54” BT. Kabupaten Seluma memiliki luas wilayah sebesar 2.400,04 km2 yang membentang dari arah Utara ke arah Selatan Propinsi Bengkulu. Kabupaten Seluma pada saat pembentukan memiliki kecamatan 5 kecamatan dan 143 desa serta 3 kelurahan, setelah pemekaran bertambah 9 kecamatan, sehingga menjadi 14 kecamatan dengan 165 desa dan 3 kelurahan. Dari jumlah desa tersebut terdapat Desa Penago dan pasir indah Kecamatan Ilir Talo yang menjadi objek penambangan pasir besi.

Desa Penago Baru dan Desa Rawa indah Berpenduduk 2450 jiwa merupakan dua Desa yang terbentuk dari proses pengeringan Rawa yang memiliki Ketinggian 0,3 meter dari perukaan air laut, pemukiman berjarak antara 100 s/d 500 M dari bibir pantai yang di batasi oleh hutan pinus dan mangrove Cagar Alam Pasar Talo.
Bagi masyarakat, khususnya dikedua desa tersebut, kawasan hutan pantai (Cagar Alam Pasar Seluma dan Cagar Alam Pasar Talo) sangat penting sebagai sumber kehidupan baik secara ekologis maupun ekonomi. Karena pantai ini merupakan habitat bagi penyu hijau, penyu sisik dan penyu belimbing. Habitat Remis (Bivalvia) endemic yang menjadi makanan khas warga Kabupaten Seluma. Habitat Crustacia Sp (Udang Pasir) udang pasir endemik dan kaya akan protein ini satu-satunya jenis udang yang hidup dalam pasir di daerah pasang surut. Habitat mangrove dan tempat bersarangnya lebah madu. Sebagai areal ecowisata pasir hitam sebagaimana peruntukannya dalam tata ruang. Serta sebagai Keramba Rawa untuk budidaya ikan keramba.

Ancaman Bencana Ekologis
Pantai Barat Bengkulu membentang sepanjang 525 Km dari Kabupaten Kaur sampai Kabupaten Mukomuko. Saat ini keberadaan pantai sangat terancam. Hal ini disebabkan karena tingkat abrasi telah mencapai rata-rata 2,5 meter /tahun. Kawasan pantai Ilir talo merupakan kawasan paling parah mengalami proses pengurangan daratan. Sejak tahun 2007 s/d 2008 tidak kurang dari 50 meter daratan berkurang disepanjang 5 Km pantai.
Selain pengikisan akibat abrasi, hadirnya Gelombang gloro yang mencapai 500 meter ke darat selamat tiga bulan setiap tahun telah menambah pengurangan garis pantai. Dan yang paling dikhawatirkan ialah ancaman gempa yang potensial menimbulkan tsunami
Saat ini keberadaan pesisir pantai khususnya di wiliayah adaministratif Desa Penago dan Rawa Indah semakin terancam akibat eksploitasi pasir besi yang dilakukan oleh PT. FN. Perusahaan ini akan menambang pasir besi seluas 3645 hektar yang terbagi dalam tiga blok.
Blok 1. seluas 450 ha yang lokasinya terdapat di pemukiman dan perkebunan warga Desa Penago dan Rawa Indah. Kawasan BLOK I ini telah di eksploitasi,
Blok 2. seluas 143 ha berlokasi di garis pantai,
Seharusnya dikawasan sempadan Pantai ini tidak dikeluarkan Izin Pertambangan, karena merupakan kawasan Lindung Cagar alam pasar Talo dan Cagar Alam pasar seluma,
Selain itu, Di UU 41 disebutkan bahwa : kawasan Sempadan pantai dan kawasan Sempadan sungai merupakan daerah Lindung,
Eksploitasi dikawasan BLOK II ini juga melanggar :
Pasal 1, 3 dan 5 Kepres No. 32 tahun 1990 tentang kawasan lindung yang menyebutkan bahwa sempadan pantai termasuk dalam kawasan lindung. Sempadan pantai yaitu daratan sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat merupakan kawasan lindung.
Sepanjang 6 Bulan pertama tahun 2008, Pihak perusahaan telah melakukan eksploiitasi dikawasan sempadan pantai ini, walaupun Amdalnya belum dikaji. sehingga mengakibatkan laju abrasi tinggi dan merusak eksystem serta protes keras warga desa sekiitarnya yang merasa terancam oleh glombang Gloro yang setiap tahun menyambangi mereka.

Blok 3. seluas 3000 ha berlokasi dilaut sepanjang3 Km dari bibir pantai.
eksploitasi dikawasan ini selain akan berdampak pada :
Ekosistem laut dan pantai
Menghilangkan mata pencarian nelayan tradisional.
Menghilangkkan populasi Jenis crustacia dan Bivalvia yang menjadi sumber ekonomi alternatif warga Penago dan rawa Indah
Meningkatnya ancaman Bencana akibat pengerukan dasar laut, mengingat struktur tanah perkampungan dipesisirnya merupakan daratan yang terbentuk dari endapan pasir, bila pengerukan dilaut dilakukan, makan akan meningkatkan kelerengan tebing pasir di pantai, inilah yang dikawatirkan oleh warga, karena akan membuat perkempungan mereka mengalami pelongsoran kelaut setiap diiterjang glombang.

Belum Ada Tanggapan to “cabut Kuasa Pertambangan Pasir Besi Di Pesisir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: