Konservasionis
nyengir aja duluuuu….baru mikir

Bengkulu Membuka Gerbang Bencana Konfrensi pers Walhi Bengkulu Memperingati hari Lingkungan

Paradigma Pemerintah dan Bencana Pesisir Provinsi Bengkulu Memiliki kawasan pantai sepanjang 525 KM, pantai Bengkulu termasuk kawasan di Pulau Sumatera yang mengalami Abrasi Terparah di sepanjang Pantai Barat Sumatera dimana laju Pengurangan daratan Provinsi Bengkulu rata rata 2,5 Meter per tahun. Pengurangan daratan ini disebabkan akumulasi Beberapa faktor dampak Global warming dan perubahan Iklim Mikro Lokal : 1. Naiknya Permukaan air Laut 2. Peningkatan Pergerakan arus Bawah laut yang menggerus Pasir Pantai 3. Terpaan Gelombang laut dan Badai yang dipengaruhi oleh Perbedaan Iklim mikro daratan dan lautan 4. Kerusakan kawasan hutan mangrove dan Sempadan pantai oleh Proses Eksploitasi Perubahan konstruksi Alam Diatas dalam jangka Panjang mengancam Keberadan Pulau Sumatera dan dalam jangka Pendek Meningkatan Kerentanan Daerah Terhadap Bencana Gempa dan Badai, Dimana dalam 5 Tahun terakhir lebih dari 5 kali Gempa Berkekuatan diatas 7 SR Di Lepas pantai mengguncang Provinsi Bengkulu, dan Terjangan Badai Dan gelombang pasang yang menerpa hingga 500 meter kedaratan Bengkulu selama 3 Bulan dalam 1 Tahun. Kesadaran Akan Ancaman Bencana dan Proses Perubahan luas Bentang Pulau ini Telah mulai disadari oleh Pemerintah daerah dan Masyarakat, Hanya saja Bentuk Respon yang dilakukan Lebih Mengarah Kepada Kesiapan daerah Menghadapi Bencana, dan belum Mengacu kepada upaya Kolektif Membuat daerah Terhindar dari Bencana. Kesalahan pandangan ini selain meciptakan sikap apatis masyarakat juga membuat pemerintah terus Membuka pintu bagi pengusaha untuk Melakukan Eksploitasi di kawasan Pesisir Bengkulu. Di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, Laju Pengurangan daratan Jauh melampaui rata rata abrasi Di Sumatera, dimana laju pengurangan daratan mencapai 16,7 Meter pertahun akibat aktivitas Penambangan Pasir Besi di sempadan dan Lepas Pantai Kabupaten Seluma. Menghadapi kondisi ini Walhi Bengkulu Bersama Warga 2 Desa, Desa Penago baru dan Rawa Indah telah melakukan Upaya advokasi Kebijakan untuk Perubahan paradigma Pengelolaan Sumberdaya, sehingga diawal 2009 ini, Proses Penambangan Pasir Besi dikawasan Ini dihentikan oleh Pemerintah daerah dan Perusahaan, dan Warga Dengan kesadaran sendiri Melakukan upaya Pengembalian Fungsi kawasan dengan melakukan Penghijauan dan Pemulihan Ekosystem Secara swadaya. Dan mulai mengkaji model pengelolaan alternatif bagi arti Penting Kawasan Pantai bagi masyarakat. Bencana social dan politik Terbukanya gerbang investasi pengeksploitasian sumber daya alam yang dilakukan secara “jor-joran” oleh pemerintah pusat dan daerah tidak hanya, memicu kepada bencana alam akan tetapi ini juga dapat memicu kepada bencana social dan politik. Sebagai contoh memicu terjadinya konflik antara masyarakat dengan masyarakat, atau masyarakat dengan pengusaha bahkan juga dengan pemerintah sekalipun. Karena tanah garapannya dicaplok. Imbas dari konflik ini semua mengakibatkan pada kerugian yang diderita oleh pihak yang bertikai. Jika dirunut secara sistematik, rakyat kecil adalah pihak yang paling diruguikan. Berikut data-data konflik yang siap meledak yang sekarang sedang menjadi focus perhatian Walhi Bengkulu : Konflik Agraria : 1. Masyarkat Padang Guci melawan Perkebunan kelapa sawit tujuh ribu Kepala Keluarga (KK) terancam kehilangan tanah garapan milik mereka sendiri 2. Konflik warga Pasar ngalam melawan PT. agri andalas tiga warga desa ditahan oleh kepolisian 3. Warga Sawang Lebar melawan PT. Bimas raya 500 kk terancam kehilangan sumber matapencaharian 4. Warga 4 desa kecamatan Pino Raya melawan PT. Agricinal dengan kasus kecurangan perjanjian perkebunan sawit plasma yang dilakukan oleh PT.Agricinal 5. Warga Desa Tanjung Aur kabupaten Bengkulu Selatan dan warga semidang alas maras Kabupaten Seluma melawan Pemda BS dalam perebutan lahan eks perkebunan kakao SWK. Karena keserakahan para pejabat daerah. Koflik Warga korban Tambang 1. Kecamatan Ilir Talo 2250 Jiwa Terancam tenggelam oleh gelombang pasang akibat eksploitasi Pasir besi di Sempadan pantai dan Lepas pantai. Mereka terancam kehilangan desa mereka tinggal karena potensi banjir 2. Warga 7 Desa Kecamatan napal Putih, ketahun, putri hijau melawan perusahaan Tambang batu bara. 7 desa terisolir 1 desa kehilangan lahan pertanian karena eksploitasi tambang batubara 3. Warga 2 Desa kecamtan Pondok suguh Melawan Upaya eksploitasi daerah aliran Sungai Air Beraw. 2 desa terancam banjir bandang karena proses pertambangan di daerah aliran sungai Air Berau 4. Warga Kota Bengkulu Melawan Perusahaan Pengangkut batu bara. Negara mengalmi kerugian karena rusaknya fasilitas jalan sepanjang 140 KM. 5. Warga kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu yang merasa terancam oleh proses pencurian pasir di sempadan pantai, pantai ketaping. Konflik pemanfaatan Hutan Warga Desa senali Menuntut Penegakan hukum setara terhadap aparat pelaku Illegal Loging Kasus-kasus diatas merupakan bentuk lemahnya penegakkan hukum dan ketidakpedulian pemerintah terhadap kondisi rakyatnya. Konflik ini merupakan BOM waktu bagi Provinsi Bengkulu, bila pemerintah sebagai amanat rakyat tidak mempunyai upaya serius untuk mengambil kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik. Arah kebijakan pemerintah yang pro kepada investor atau pemilik modal adalah paradigma kepentingan yang membela orang-orang kaya. Memang dibutuhkan kerja keras dari setiap elemen rakyat untuk menempatkan posisi kedaulatan rakyat adalah di atas segala-galanya. Ini adalah pekerjaan rumah kita yang masih panjang. NAMUN WALHI BENGKULU MENEGASKAN UNTUK MEMULAI PROSES KE ARAH ITU ADALAH POLDA DAN PEMDA HARUS BERANI MENCABUT HAK GUNA USAHA PERTAMBANGAN DAN PERKEBUNAN BESAR YANG BERMASALAH.

Belum Ada Tanggapan to “Bengkulu Membuka Gerbang Bencana Konfrensi pers Walhi Bengkulu Memperingati hari Lingkungan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: